Menggurui vs Memperbaiki

Bulan Ramadhan adalah waktu yang paling pas bagi umat Muslim buat memaksimalkan amal ibadah. Faktor lingkungan yang sekonyong-konyong berubah menjadi Islami, selalu sukses ‘memaksa’ siapapun agar lebih dekat dengan agama dan Tuhannya. Kendati dinilai euforia musiman, tak dapat dipungkiri Ramadhan senantiasa mengundang kerinduan di setiap tahunnya. Read More

Tak Kuasa Membahagiakan Semua Orang

https://www.youtube.com/watch?v=OQxZj5MA-7c

Siapa yang bisa membayangkan betapa dilemanya para kritikus film tahun ini. Mulai dari awal tahun beragam film bagus penuh ambisi muncul di tengah khalayak, membius jutaan penonton di seluruh dunia, dan meraup keuntungan yang tidak pernah sedikit. Read More

Anak Durhaka 2.0

Aku dan Mamaku di Acara Jambore JSAN 2017: Urban Nature Synergy di Surabaya

Banyak orang yang bertanya-tanya padaku, mengapa di boardgame Tuntungan Ground buatanku aku memasukkan nama ‘Malin Kundang’ di dalamnya. Muncul sebagai salah satu tokoh yang ikut berperan mengalahkan Ebu Gogo, sang villain dari game ini, menurut sebagian teman agak ngeganggu, soalnya identitas Si ‘Anak Durhaka’ dari karakter yang satu ini begitu melekat sedari dulu. Read More

Konsekuensi Perjuangan, Mampukah Kita Bertahan!?

Demo Mahasiswa 24 September

Fajar belum lama menyelimuti langit nusantara, namun sejuknya embun dan udara tak terasa indah kala itu, mati oleh suasana kelam. Menyusul agresi militer Belanda ke Indonesia yang dengan licik mengkhianati Persetujuan Renville yang telah ditanda tangani kedua Negara beberapa bulan yang lalu, tanggal 18 Desember 1948 rakyat Ibu Pertiwi kembali dipaksa melawan, mempertahankan kemerdakaan bagaimanapun caranya. Read More

Stop Jadi Kreator Berjiwa Budak!

Aku dan Andy Wijaya, Boss Bumilangit Entertainment Corpora

Untuk pertama kalinya, kedua kakiku menapak di Perpustakaan Nasional. Sekelebat rasa melingkupi hati ini, saat pandanganku mendongak, menyapu bersih bangunan raksasa setinggi 27 lantai itu yang menghiasi langit pagi ini. Persis di hadapannya, berdiri museum Bahasa dan keaksaraan yang sengaja dinaungi oleh rumah jadul ala zaman kolonial yang otentik. Siap menyambut dengan berbagai koleksi dan informasi bersejarah, mendampingi tulisan “Perpustakaan Nasional Republik Indonesia” yang terpampang jelas dengan huruf kapital sempurna, memimpin 4 jenis Bahasa dunia yang berlomba menerjemahkannya. Read More

Ini Salahku, Lalu Apa Maumu?

Lubuk Linggau adalah kota kedua setelah Palembang yang menjadi tujuanku kali ini di Provinsi Sumatera Selatan. Ibu Lena, sang Direktur Sekolah Alam Insan Mulia (Salim) Lubuk Linggau, menghubungiku sebulan yang lalu, saat aku masih bertandang di Istanbul. Beliau mengundangku untuk berbagi pengalaman tentang perjalananku melintasi 3 benua bersama sahabat-sahabat muda di sana, sekaligus belajar bareng tentang literasi. Tanpa fikir panjang, aku langsung menyesuaikan jadwal, dan mengatakan siap buat petualangan ini. Read More