Mari Bangun Budaya Baca bersama Let’s Read!

Tokoh pengusaha dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Bapak Dr. Sandiaga Uno dalam satu wawancara pernah bercerita bagaimana kegemarannya dalam membaca. Ia selalu memulai hari dengan membaca 4-5 koran setiap pagi, ditambah dengan puluhan media online. Setiap malam, ia mengalokasikan waktu satu jam untuk membaca buku-buku inspirasi dan motivasi. Tak heran, puluhan bahkan ratusan judul buku ia khantamkan dalam setahun.  Read More

Menangkal Penyakit Isti’jal (Tergesa-gesa) di tengah Umat

Oleh: Azzam Habibullah (Mahasiswa STID Muhammad Natsir) — Awal Oktober lalu, masyarakat Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut Jawa Barat dihebohkan dengan isu bai’at Negara Islam Indonesia. Suherman, Lurah Sukamenteri menyebutkan bahwa isu ini mencuat setelah seorang warganya mengaku kalau anaknya yang berusia 15 tahun mengalami penyimpangan aqidah. Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri diturunkan untuk menanggulangi isu ini. Pasca dilakukan penyelidikan lebih dalam, Densus 88 kemudian menangkap dan menginterogasi 59 orang anggota yang didominasi oleh para pemuda tanggung, dan beberapa orang tua.  Read More

Permendikbud 30 Belum Bisa Menjadi Pedoman Perguruan Tinggi

Oleh: Azzam Habibullah (Mahasiswa STID Muhammad Natsir) — Polemik Permen Dikbud-Ristek No. 30 masih berderu di tanah air. Pasca Majelis Ulama Indonesia dan Muhammadiyah kompak membersamai para tokoh pendidikan dan organisasi Islam dalam menolak Permen ini, posisi dari peraturan tersebut mulai dipertanyakan: apakah Permen Dikbud-Ristek No. 30 ini mampu menjadi pedoman bersama dalam memerangi kekerasan seksual di Perguruan Tinggi?  Read More

Adab Memimpin Diri

Oleh: Azzam Habibullah (Mahasiswa STID Muhammad Natsir) – Seekor kuda perang berderap lincah di jalan kota Madinah, membuat semua orang terpana seketika. Bukan saja karena sang kuda yang gagah, tetapi juga penunggangnya ialah orang terhormat, Umar bin Khaththab. Seorang pemimpin hebat yang terkenal bertubuh besar dan penuh wibawa. Namun penampilan memukau itu tidak berlangsung lama, tatkala sang Amirul Mukminin tiba-tiba menepuk kudanya dengan keras, hingga sang hewan menurut dan melemahkan langkahnya. Mengapa beliau melakukan itu? Sebab ketika rakyatnya memandang dengan suka cita, dia mengaku ada setitik kesombongan di hatinya, dan tidak ingin adzhab Allah datang kepadanya. Read More

Sang Guru

Saya bersama Om Lendo, sebelum berangkat ke Amerika tahun 2017

Oleh: Azzam Habibullah (Alumni Sekolah Alam Medan Raya dan Mahasiswa STID Mohammad Natsir) — Ketika Ibn Haitham mencapai puncak karirnya sebagai saintis dan ulama kerajaan, seorang Amir di wilayah Samman datang kepadanya, lantas mengutarakan keinginannya untuk berguru. Mendengar keinginan penguasa itu, Ibn Haitham memintanya untuk membayar 100 dinar setiap bulan. Permintaan itu disanggupi oleh sang Amir. Read More

Hadiah Istimewa untuk Pengkritik Imam al-Ghazali

Oleh: Azzam Habibullah — Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali atau Imam al-Ghazali, ialah salah satu Ulama yang ajaran dan karyanya kerap disalahartikan oleh sebagian orang. Kendati banyak Ulama yang menobatkannya sebagai pembaharu abad ke-5 Hijriyah (mujaddid al-mi’ah al-khamisah), ia justeru dikambinghitamkan oleh pihak lain atas jatuhnya peradaban Islam di era Perang Salib. Read More

HOS Tjokroaminoto dan Pendidikan Kebhinnekaan

Oleh: Azzam Habibullah (Wartawan Mediadakwah.id) — Sosok Haji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto masyhur dikenal sebagai guru bangsa. Ia merupakan tokoh yang menyadari peran pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan pada rakyat Indonesia, salah satunya adalah kebhinnekaan atau keberagaman. Gerakan ini diupayakan sebagai jawaban atas maraknya pendidikan di era Politik Etis yang sarat akan kepentingan kolonialisme Belanda. Wajah pendidikan bangsa yang demikian, menurutnya, memicu dikotomi sosial yang mengancam persatuan.  Read More