Berhenti Menulis! Bila 3 Cara Ini Tak Mengembalikan Idemu

Mentok ide atau istilah sok Inggrisnya Idea Block . Adalah momok yang paling menakutkan sekaligus menjengkelkan bagi para penulis. Baik penulis pemula, atau bahkan yang telah berpengalaman, sering sekali menghadapi masalah seperti ini.

Bagi kalian yang belum tahu. Mentok ide, adalah situasi dimana otakmu serasa tidak bekerja, fikiran kesal mengguncang dada, dan rasa malas menggoda manja.

Di kondisi ini dunia tak lagi bersahabat padamu. Kau akan marah – marah gak jelas sepanjang hari, ingin banting laptop, banting hp, robek kertas. Atau yang lebih parah tatkala waktu deadline semakin mencekik, malam tak lagi indah, ketakutan dan kecemasan melanda waktu tidurmu. Akibatnya mungkin kau akan membeli obat penenang.

Nah, sebelum kalian terjebak dalam mimpi buruk itu. Izinkan aku menolongmu.

3 Tips keren dariku ini akan membantumu, supaya Ide – Ide cemerlang yang muncul ketika paragraf pertama dahulu, dapat kembali dengan sendirinya.

Let’s go!

1. Tinjau Lagi Kerangka Tulisanmu

Poin pertama sekaligus terpenting ini terkadang begitu diabaikan oleh para penulis pemula, yaitu perencanaan sebelum menulis.

Laksana makanan, jika tak sesuai resep dan tak paham cara pembuatannya, artinya persiapannya belum sempurna. Maka kamu yang tak biasa memasak akan bingung dan rasa masakanmu bakal hancur.

Menulis juga perlu persiapan yang sempurna, rapi dan matang. Apa yang harus kita persiapkan? Ada 3 cara yang sering (sangat sering malah) kulakukan demi menjemput ide baru.

– Memperbaiki Sinopsis agar lebih medetail dan menggambarkan keseluruhan alur cerita
– Meninjau kembali Mind Mapping (Kerangka Pikiran), apakah telah berkembang luas hingga kata kunci terkecil
– Melihat lagi ‘Gunung Alur’ (Awal, Masalah, Perjuangan, Penyelesaian, Akhir) yang kubuat sebelum menulis, sudah jelas dan kompleks kah? Hingga tidak ada satupun poin (diatas) yang tidak lengkap atau gantung.

2. Cari Waktu dan Suasana Yang Kamu Banget

Tiada yang salah untuk keluar dan menemukan suasana baru untukmu menulis.

Cara ini adalah metode klasik menemukan ide. Dengan pergi keluar dan menghindari meja kerjamu di kamar, melihat pemandangan menarik, bertemu orang – orang dan pengalaman yang baru, insipirasi tak mungkin segan mengunjungi otakmu.

Tak perlu menghabiskan uang untuk ke pantai, atau meluapkan tenaga mendaki gunung tertinggi. Kamu hanya perlu keluar dan jalan – jalan dengan kedua kaki yang kau punya.

Jangan bawa alat – alat menulismu! Biarkanlah inspirasi itu menumpuk di kepala, kemudian tulislah nanti dirumah. Tetapi jika kau pelupa, tulislah hanya kata – kata abstrak di notes kecil. Itu lebih dari cukup untuk mewakili seluruh inspirasi yang kau dapatkan.

Lalu, jangan memaksa tubuhmu untuk menulis di setiap waktu. Segila – gilanya aku menulis, aku tak pernah menyia – nyiakan waktu sepanjang hari di depan layar komputer atau pulpen dan kertas. Pilihlah waktu – waktu terbaikmu untuk menulis, apakah itu malam hari ketika mau tidur, pagi cerah sebelum beraktivitas, atau waktu – waktu lain yang pada saat itu, hati dan fikiranmu merasa lebih tenang dan rileks.

3. Berdoa dan Berdzikir

Bekerja tanpa melibatkan Sang Pencipta, adalah kekeliruan terbesar yang sering kita lakukan.

Ketika kata – kata, inspirasi, semangat dan waktu begitu mengalir deras dan mendukungmu. Kau mulai melupakan Allah yang memberimu semua itu.

Dan saat Allah mencabut sementara semua itu darimu, kau malah berhenti dan menyalahkan dunia?

Ide tidak akan datang, jika kau tak mendekati pemiliknya. Berdoa dan berdzikir adalah cara terampuh yang pernah kulakukan ketika benar – benar telah diujung keputus – asaan, karena segala aktivitas memerlukan keberkahan. Begitu pula menulis.

Dengan keberkahan, kegiatan menulis jadi enjoy dan asyik. Tiada beban yang memberatkan jemari untuk bergerak, mengukir kalimat indah yang dapat menginspirasi dan menghibur orang lain.

Sisipkanlah di doamu judul tulisan yang ingin segara di selesaikan, sebutkan alasanmu mengapa ingin menyelesaikannya, apa yang ingin kau persembahkan untuk dunia dan akhirat melalui karya itu. Ucapkan seluruh keluh kesahmu. Setelah itu, serahkanlah semua pada Sang Maha Kuasa.

***

Nah, kawan – kawan inilah 3 cara jitu untuk mengembalikan ide – ide yang hilang di kala proses perjuangan menulis. Tetapi, bila kau merasa telah melakukan 3 cara itu dengan baik dan tetap merasa tak terjadi apa – apa. Coba tanyakan pada dirimu, tetap setia dengan keseruan dunia menulis atau berhenti dan mengkhianatinya?

What’s your choice?

Salam dariku untuk Anak Muda Indonesia.