Berhentilah Kau Ganggu Hiburan Kami!

10 tahun belakangan menjadi saksi terjadinya ‘perpecahan’ di panggung hiburan antara dunia nyata dan maya, menyusul dengan munculnya media sosial online yang menjadi wadah baru bagi orang – orang kreatif di Industri ini untuk berkarya. Saat ini, tidak hanya Televisi dan Film yang menemani hari – hari kita, tapi juga buah imaginasi dan inovasi mereka di Internet. Membuat nama seperti Youtuber, Selebgram, anak Meme, dan Webtoonist sudah tak asing di telinga kita.

Aku adalah salah satu penggemar dari semua karya – karya kreatif anak Indonesia, mengingat aku juga bermain dan bekerja di dunia yang sama. Aku ingat kapan Webtoon favoritku di update, siapa Youtuber yang paling jago Cinematography-nya, Fan Page Meme paling lucu, hingga tahu siapa Selebgram Indonesia yang punya Follower terbanyak.

Memang sulit dipercaya dunia maya mampu mengakhiri monopoli dari panggung – panggung hiburan lain dalam waktu singkat. Sayangnya, trend dari hiburan online ini ternyata lamban laun dimanfaatkan pihak – pihak lain untuk menyisipkan niat buruk dan bejat.

Mari kita jujur dan lihat sejenak semua media sosial online yang kita punya, puluhan ribu akun hiburan dengan ratusan ribu konten video, meme, dan photonya yang disebar setiap hari. Sedikitnya setengah dari mereka adalah konten – konten yang berbau politik busuk dan pornografi.

Ada 2 Fan Page Facebook Meme dan Rage yang paling terkenal di Indonesia. Salah satunya rutin setidaknya sekali setiap hari menyebarkan Ilustrasi yang menggunakan bahasa vulgar dan bintang porno sebagai bagiannya. Mengundang komentar – komentar yang tidak lucu; ucapan kasar nan jorok, photo aurat, dan saling berbagi link website – website porno.

Kita beralih ke Instagram. Kemudahan bagi siapapun untuk menyebarkan video dan jepretannya, membuat akun – akun berbau mesum dan politik hoax bersuka cita. Baru – baru ini aku memblokir ratusan akun yang mengotori explore Instagramku dengan joget – joget aneh, serta kebencian dan hinaan terhadap pelaku politik, tanpa Ilmu dan bukti yang kongkrit tentang hal itu.

Belum lagi kalau kita bicara tentang Youtube. Kissing Prank dan Touch My Body Challenge adalah jenis – jenis konten video Youtube yang tidak ada pentingnya sama sekali. Namun karena ribuan like dan komentarya, akhirnya konten semacam itu terus muncul sebagai trending topic.

Jujur menemukan serangkaian realita ini membuatku takut sekaligus sedih, kebobrokan ahlak ini kurasa cukup memperlihatkan rendahnya kemampuan generasi muda menghadapi laju globalisasi. Sebab menurut data yang dilansir Keminfo, ada 80 juta pengguna Internet aktif di Indonesia dan 80% dari mereka adalah anak muda berusia 12 hingga 20 tahun keatas. Dari jumlah tersebut bisa disimpulkan yang menjadi creator dari konten – konten tersebut adalah anak muda, dan yang menikmatinya juga anak muda.

Kekacauan ini tidak dapat dihentikan, namun bisa dilawan.

Mulailah perlawanan itu dengan tekun memunculkan karya – karya kreatif kita di Dunia Maya. Janganlah mudah tergoda dan terbawa dengan kemaksiatan yang mereka janjikan, ingat history bisa dihapus tapi catatan amal buruk akan kekal abadi.

Ikutlah bersama sahabat – sahabat kita di Instagram yang mulai gencar mengirimkan konten dakwahnya, bloggers yang tanpa lelah menuliskan artikel – artikel bermanfaat, webtoonist Indonesia yang berusaha memperkenalkan budaya dan kearifan bangsa lewat goresan tangan mereka, atau para youtubers Indonesia yang tidak berhenti menyuarakan semangat membangun diri dan negara.

Untuk kalian yang mengganggu hiburan kami, berhentilah karena kami takkan diam!

 

Hidup Anak Muda Muslim Penjaga NKRI!