Majapahitisasi atau Islamisasi Nusantara?

Oleh: Azzam Habibullah (Mahasiswa At-Taqwa College Depok) — Benturan wacana antara keislaman dan keindonesiaan tengah mewarnai wajah politik-sosial bangsa akhir-akhir ini. Perseteruan dua kutub ekstrim: kubu Islam dan kubu nasionalis, seringkali membuat masyarakat bingung, apakah ingin mendukung pendirian sistem Khilafah seperti yang digaungkan oleh kubu Islam ekstrim, atau tetap teguh kepada narasi kebangsaan dan keberagaman yang digelorakan kubu nasionalis. Read More

Religiusitas Masyarakat, Apa Perlu?

Oleh: Azzam Habibullah (Mahasiswa At-Taqwa College Depok) — Ketika Ridwan Kamil masih menjabat sebagai Walikota Bandung, beliau pernah mengagas satu program yang menarik banyak kalangan, yakni “Maghrib mengaji”. Program ini tentu sangat penting. Di mana dengan adanya religion quality time di tengah masyarakat, pembangunan dearah bukan sekedar berorientasi pada fisik, melainkan mencakup kebutuhan jiwa setiap warga. Namun, program yang positif ini kemudian menjadi sasaran kririk dari sejumlah golongan, terutama yang berafiliasi dalam kelompok Islam Liberal. Read More

Jangan Salah Pilih Kampus!

Oleh: Azzam Habibullah (Mahasiswa At-Taqwa College Depok) — Jaringan Sekolah Alam Nusantara nampaknya harus menandai tanggal 27 Juni 2020 sebagai hari yang bersejarah. Pasalnya, setelah meramaikan dunia pendidikan tanah air selama dua dasawarsa, konsep Sekolah Alam yang digagas oleh Lendo Novo ini perlahan menunjukkan “hasilnya” dengan menghadirkan alumni siswa Sekolah Alam dalam forum EXPERT (Experience Talk). Forum ini menghadirkan tiga alumni dari Sekolah Alam: Maghfirah Rahmadiati, alumni Sekolah Alam Bogor – Mahasiswa Universitas Brawijaya, Malang. Tisa Zakiyyah Rahmatika, alumni Sekolah Alam Indonesia – Mahasiswa Techische Hochschule Mittelhessen, German. Dan saya, alumni Sekolah Alam Medan Raya – Mahasiswa At-Taqwa College, Depok. Read More

Meninjau Isu Transgender: Dari Psikologi Barat ke Perspektif Gender Islami

Oleh: Azzam Habibullah (Mahasiswa At-Taqwa College Depok) — Jagad maya pada 7 Juni 2020 dihebohkan dengan tweet seorang penulis terkenal, J.K Rowling yang dianggap merendahkan kaum transgender. Dilansir oleh asumsi.co, semua bermula ketika Rowling mengomentari suatu artikel yang berbicara tentang dampak pandemic terhadap orang yang menstruasi. Dalam komentar itu, ia menyindir penggunaan istilah “orang yang menstruasi” yang dinilainya tidak pantas ditulis, karena itu menyangkut hal-hal biologis dari gender tertentu. Komentar ini ternyata memicu kembali perdebatan lama: Apakah transpuan yang notabene tidak memiliki aktivitas biologis khas perempuan dapat dianggap sebagai perempuan? Perdebatan ini cukup sengit di ranah studi gender. Bahkan di kalangan pendukung feminis-liberal, terjadi perbedaan argumentasi tentang pernyataan ini. Read More

Literasi Untuk Menggapai Mimpi dan Iman

Oleh: Azzam Habibullah (Mahasiswa At-Taqwa College Depok, Penulis Buku “Hikmah Sejarah untuk Indonesia Berkah”) — Pada Sabtu lalu (13/06/2020), Media Kelas Bersama Kita kembali mengadakan forum sedekah ilmu bertajuk “Literasi Membawaku Meraih Mimpi”. Memasuki episode ke 11, Kelas Bersama Kita mengundang saya untuk mengobrol dan berbagi tentang literasi. Forum ini disiarkan secara live melalui platform Youtube, dan disaksikan oleh ratusan guru, orang tua, dan anak muda dari seluruh Indonesia. Read More

Rasisme di Barat: Akar Masalah dan Solusinya

Oleh: Azzam Habibullah (Mahasiswa At-Taqwa College) — ISU rasisme kembali mencuat di dunia Barat, menyusul penangkapan brutal yang menimpa George Floyd, seorang warga berkulit hitam di Minneapolis, Amerika Serikat. Pria berusia 48 tahun itu, awalnya ditangkap pada 25 Mei 2020 atas dugaan transaksi uang palsu senilai $20 (Rp.292 ribu). Namun, kendati ia tidak melawan, para oknum Polisi langsung meringkusnya secara sadis, mengambrukkannya ke aspal, lantas menekan lehernya dengan lutut, hingga akhirnya ia kehabisan nafas dan tewas di tempat. Read More

Semua Orang Tua Akan Menjadi Guru Pada Waktunya

Ki Hajar Dewantara, Tokoh Pendidikan Nasional

Oleh: Azzam Habibullah (Mahasiswa At-Taqwa College Depok) — DI TENGAH wabah virus Covid-19 yang kian mengganas di Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah mengeluarkan surat edaran pada 17 Maret 2020 untuk memulai masa ‘belajar di rumah’ bagi para siswa/i di seluruh tanah air. Kebijakan ini seolah menjadi dua sisi koin yang berbeda. Sebagian orang merasa bahwa ini adalah angin segar bagi dunia pendidikan Indonesia. Namun bagi sebagian yang lain, terutama orang tua, kondisi ini justru menjadi pemicu kehebohan. Terbiasa lepas tangan dengan pendidikan anak di Sekolah, membuat banyak orang tua kini mulai kerepotan dan kebingungan dalam mendidik anaknya sendiri di rumah. Read More