Stop Jadi Kreator Berjiwa Budak!

Aku dan Andy Wijaya, Boss Bumilangit Entertainment Corpora

Untuk pertama kalinya, kedua kakiku menapak di Perpustakaan Nasional. Sekelebat rasa melingkupi hati ini, saat pandanganku mendongak, menyapu bersih bangunan raksasa setinggi 27 lantai itu yang menghiasi langit pagi ini. Persis di hadapannya, berdiri museum Bahasa dan keaksaraan yang sengaja dinaungi oleh rumah jadul ala zaman kolonial yang otentik. Siap menyambut dengan berbagai koleksi dan informasi bersejarah, mendampingi tulisan “Perpustakaan Nasional Republik Indonesia” yang terpampang jelas dengan huruf kapital sempurna, memimpin 4 jenis Bahasa dunia yang berlomba menerjemahkannya. Read More

Garis Kematian: Siap Mencekik Mimpimu Kapanpun Itu

Loh, ini kenapa kontennya rada – rada seram ya?

Tak tahu kenapa, akhir – akhir ini #Nerror, sebuah segmen video youtube karya Nessie Judge yang berisi tentang misteri dan konspirasi sering muncul di rekomendasi Youtubeku.

Sesekali aku menonton videonya dan ikut tergelitik dengan cara si pemilik channel mengumpulkan dan menyampaikan segala hal mengerikan mulai dari pembunuhan, skandal, hingga mahluk astral. Yang tak satupun nyaman dengan degup jantung.

Tapi Nessi Judge melewatkan sesuatu yang menurutku lebih menyeramkan dari semua misteri dunia. Yap, sesuai dengan judul kita akan ngobrol tentang satu hal yang bukan hanya membuat hari ini suram, namun juga hari di masa depan.

Kalian tahu apa itu? It’s called the ‘deadline’! Read More

Dasar Amatir! Tahu Apa Kau?

Bertemu para senior di bidang yang ia tekuni, adalah tugas penting yang mestinya dilakukan seorang Anak Muda.

Itulah yang kusadari tatkla hari Sabtu (8/9/2018) kemarin diundang sebagai Narasumber di Hari Aksara Internasional Tingkat Nasional 2018 di Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang. Disandingkan bersama para Sastrawan senior asal Deli Serdang, membuatku hari itu berkomitmen untuk terus menyambung tali silaturahmi dengan Pujangga – Pujangga hebat tersebut.

Menjadi seorang ‘Bayi’ yang bisa dibilang baru saja mencicipi ‘manis diawal’ sebagai seorang penulis, ditengah para master yang sudah mengalami pahit getirnya dunia Kesusastraan dan kepenulisan selama puluhan tahun. Rasanya bangga dan terharu.

Hadir di sampingku, Pak Mihar Hararap (kemeja biru lengan pendek) ketua Forum Sastrawan Deli Serdang (Fosad), yang pada kesempatan itu mengupas sebuah buku kumpulan pusi dari kaca mata beliau sebagai Sastrawan. Demi meramaikan kegiatan tersebut, beliau tidak datang sendirian, ikut serta sahabat – sahabat Fosad-nya dari seluruh wilayah Deli Serdang. Read More

Tak Sempurna, Malah Makin Mempesona

Rumah Literasi ILAeducation adalah Sekolah Zaman Now, dimana para ‘Penghuni’-nya adalah Anak usia SMA yang dibina dan dilatih menjadi seorang Future Leaders dengan potensi dan bakat yang mereka miliki.

Turut andil menjadi Fasilitator di Sekolah ini, membuat hari – hariku belakangan ini sibuk merancang beragam kegiatan yang pastinya gak ngebosenin bagi Anak – Anak Muda.

Salah satunya adalah Nobar Film tiap malam minggu.

Banyak dihuni oleh teman – teman yang bakatnya yang mengandalkan kreatifitas, seperti menggambar dan menulis, menjadi alasan bagiku untuk mencari pasokan Film terbaru di akhir pekan. Selain sebagai hiburan, juga bisa menjadi referensi dan bahan imaginasi, bukan?

Waktu Nobar di Minggu pertama kami habiskan bersama Film ‘World War Z’ karya Marc Foster, Film bergenre thriller action, mengangkat tema tentang pembasmian Virus Zombie misterius yang menyerang umat manusia di masa depan. Brad Pitt, salah satu actor terbaik Hollywood menjadi tokoh utama di Film ini. Dia memerankan sosok mantan pasukan elite PBB, Garry, yang berusaha menyelematkan keluarga dan umat manusia dari jutaan Zombie, sekaligus mencari cara agar manusia yang belum terjangkit Virus itu dapat membasmi mereka.  Read More

Buku “Keajaiban Permainan Sensori”: Saatnya Anak Indonesia Aktif dan Bahagia

Aku baru tahu, lho!

Lingkungan memiliki pengaruh bagi setiap detik kehidupan manusia, terutama pada masa pertumbuhannya. Tumbuh kembang anak atau manusia tidak melulu berbicara tentang factor genetic, tetapi juga berdasarkan stimulasi/rangsangan dari lingkungan.

Sebagai contoh, bagaimana jika ada sekumpulan anak diajak untuk melewati jembatan tali yang bergoyang. Sebagian anak mungkin lebih berani, aktif, dan tangguh dibandingkan yang lain, namun tak sedikit juga anak – anak yang merasa takut, gamang, atau bahkan menjerit hanya demi melewati tantangan itu.

Semua itu berhubungan dengan sensori. Sensori adalah stimulus atau rangsangan yang datang dari dalam atau luar tubuh melalui panca indera (organ sensori) dalam bentuk informasi. Kita tahu ada milaran informasi yang datang menghampiri otak manusia, namun apa yang terjadi bila informasi itu tidak jelas, kabur atau lebih parah lagi, hilang. Read More

Let’s Write With The Nature Program, Mewujudkan Cinta Antara Manusia Dan Alam

Tentu menjadi rasa syukur dan kebanggaan bagiku untuk mempersembahkan ide dan karya terbaik bagi Negara. Tidak ada satupun bentuk rasa terima kasih yang terbaik melebihi semangat untuk mengharumkan nama Tanah Air, tempat dimana kita lahir dan mengarungi kehidupan yang berarti.

JSAN (Jaringan Sekolah Alam Nusantara) Alhamdulillah telah membuka kesempatan padaku untuk melakukan sesuatu yang hebat bagi Indonesia, pada Konferensi kepemudaan Internasional tahunan, CEI (Caretakers of the Environment International).

Merupakan sebuah Organisasi Dunia yang bergerak dibidang Lingkungan (Environment), Pendidikan (Education), dan Pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development), CEI selama 32 tahun telah memberikan pengalaman kepada 250 anak muda dari 40 Negara untuk menunjukkan Project Ilmiah terbaik mereka di depan dunia.

Setelah tahun lalu terpilih menjadi Delegasi Indonesia untuk CEI 2017 di Oregon, USA. Pada tahun 2018 ini CEI akan mengadakan Konferensinya di Benua Biru, tepatnya di Kota Judenburg, Austria. Dan untuk kedua kalinya, aku terpilih menjadi bagian dari tim Delegasi Indonesia. Read More

Engkau Adalah Kebebasan Yang Menghidupkan

Dia Sinabung
Oleh: Nuraini Br Tarigan

Ini Kisahku tentang Dia

Dia yang bernama, Gunung Sinabung.

              Penderitaan telah menyelimuti hati Rakyat

              Cerita dan canda kini telah berubah bermuram durja

              Dia Sinabung terus menyemburkan kepulan awan dan abu

              Menyemburkan air panas

              Membakar, menghanguskan.

             Dia bilang ini tanda penderitaan, tapi dia tak mau menghentikannya

Apa yang terjadi setelah ini?

Ketika telah hancur dan terbenam nyawa saudara kami di Tanah Karo ini.

Apakah Dia akan segera berakhir?

Tolong katakan kami harus bagaimana lagi?

            Cukuplah sampai disini.

            Walau duka telah lama datang, atau mungkin kebahagiaan telah pudar.

            Dia Sinabung harus tetap tersenyum

            Demi tanah ini, demi kami, demi masa depan kami.

Desa Tigandreket, 26 Mei 2017

*** Read More