Hanya Sesulit Mata Memandang

Terinspirasi dari Komik dan Novel Detektif yang pernah kubaca, aku punya aktivitas sendiri untuk melatih konsentrasi dan fokus. Ketika Conan jago bermain bola, dan Sherlock Holmes piawai bermain music, aku juga punya mainan sendiri, Rubik.

Yap, Puzzle mekanis yang terkenal sulit dan rumit ini adalah mainanku disela – sela kesibukan merangkai kata. Diciptakan oleh Erno Rubik pada 1974, permainan unik ini diklaim dapat melatih kecerdasan visual, konsentrasi, logika, dan yang pasti kesabaran hehehe… Jenis Rubik 4 x 4 adalah koleksiku terakhir yang berhasil kutaklukkan beberapa minggu lalu.

Ngobrol tentang Rubik, aku jadi teringat pengalamanku ketika pertama kali bertemu dengan seorang Cuber (panggilan untuk pecinta Rubik) asal Palembang. Seketika aku takjub dengan tarian jemarinya di atas balok – balok Rubik, begitu cepat dan indah, berusaha menyamakan warna demi warna dengan tatapan mata yang fokus dan penuh konsentrasi.

Kalah dengan rasa penasaran, akhirnya aku mencoba membeli sebuah Rubik.

Berhari – hari aku berkutat bersama Puzzle itu, membaca artikel di Internet tentang Rubik, dan menonton video tutorial di Youtube. Hingga akhirnya, Yap! Aku menaklukkan permainan ini!

Satu poin penting yang kuambil dari logika menyelesaikan puzzle ini, adalah semua hal membutuhkan pola. Termasuk keberhasilan.

“Sukses itu berpola, gagal itupun berpola” Ingat dengan ungkapan ini?

Kita harus sadar, tiada sulit dalam meraih keberhasilan, kecuali hanya sesulit mata memandang. Jika kita menemukan pola atau jalan yang benar untuk meraihnya.

JK Rowling tahu saat kisah Penyihirnya yang sangat asing kala itu tidak diterima oleh penerbit besar karena memiliki syarat dan persaingan yang ketat. Dia memilih jalan lain untuk mengajukan naskahnya ke penerbit kecil yang pastinya memiliki standar yang lebih rendah. Kalian tahu apa yang terjadi? Novelnya meledak ke seluruh dunia.

Ray Kroc seorang pengusaha asal Amerika melihat peluang yang sangat besar dari Restoran cepat saji McDonald’s Corporation, akan tetapi dia menyayangkan pola yang diterapkan oleh McDonald bersaudara untuk tetap mempertahankan Restoran itu sebagai produk local tanpa mengembangkannya dalam bentuk franchisee. Ray Kroc dengan cerdas memutusakan membeli McDonald’s Corporation dan mengubah besar – besran pola strategi bisnis dari perusahaan itu demi menjadikannya Restoran cepat saji terbesar di dunia.

Jatuh, cari jalan lain. Gagal, ubah strategi.

Begitulah cara kehidupan membentuk mental kita generasi muda menjadi pejuang. Mungkin ini tidak mudah, karena perjalanan menemukan pola tidak akan pernah berhenti sebelum keberhasilan mendatangi.

Ayo kita bersama – sama untuk terus fokus terhadap apa yang kita usahakan, jangan lupa berdoa dan beribadah, serta melakukan yang terbaik.

 

Hidup Anak Muda Muslim penjaga NKRI!