Jangan Kau Ganggu Siklus Hidupmu!

Awal hari yang sama di SAMERA (Sekolah Alam Medan Raya). Dinaungi sinar mentari yang tidak pernah membosankan, para siswa dan guru/fasilitator menjalankan rutinitas pagi, yakni membersihkan seluruh lingkungan Sekolah.

Ada yang bersemangat menggopoh penyiram tanaman, memungut daun – daun busuk, menyapu kelas, mencabuti gulma, serta membersihkan kamar mandi. Semua tugas dikerjakan dengan senyum riang dan senda gurau.

Terkadang dibalik kegiatan – kegiatan sederhana, ada obrolan seru yang tidak mungkin dilewatkan. Begitu pula yang terjadi denganku kemarin pagi ketika dilayangkan sebuah pertanyaan menarik dari seorang adik kelas, Salman Hady Kelas 5 SD.

Obrolan kami bermula saat menyiram lapangan Sekolah yang mulai retak dan berdebu akibat kemarau panjang belakangan ini.

“Aneh ya Bang! Di sini kemarau, hujan jarang, sumur dan tumbuhan kering. Tapi, di Makassar Salman lihat di TV malah Banjir, air Sungai meluap karena keseringan hujan. Kok gitu sih? Bukankah air di Dunia ini volumenya tetap bang, ‘kan ada Siklus Air?”

Aku menyimpul senyum, kagum dengan ‘statement liarnya’. “Hayyo! Salman tahu gak kenapa itu terjadi?” Aku balik bertanya. Anak laki – laki itupun termenung sejenak.

“Berarti ada yang ganggu dong Siklusnya? Mana mungkin tiba – tiba rancangan Allah gagal, mati dong kita!” Dia tergelak memegang perut, aku mengangguk tanda membenarkan, walau setelah itu menimpuknya dengan biji Sawit.

***

“…. Mana mungkin tiba – tiba rancangan Allah gagal, mati dong kita!”

Sekilas ungkapan tersebut terdengar lucu, ya namanya anak SD pasti agak ngawur ngomongnya. Namun, apa gerangan jika aku bilang kita sering menyangkal kalimat itu.

Apa iya?

Aku ingat dalam buku Kubik Leadership karya 3 master trainer Indonesia, dituliskan dalam lembaran awal.

Bahwa kita hidup dalam satu tujuan hebat yang diberikan oleh Sang Pencipta. Yaitu menjadi Khalifah (pemimpin) di muka bumi ini. Apakah itu menjadi pemimpin di keluarga kita, di perusahaan kita, di lembaga kita, ataupun pemimpin di negara kita. Akan tetapi sebelum memimpin itu semua, hal pertama yang harus kita lakukan adalah memimpin diri kita sendiri.

Artinya kita harus memimpin diri dan fikiran kita untuk selalu tertuju kepada tujuan utama kita.

Kita terlahir sebagai pemenang, kita muda untuk belajar, berkarya, dan bermanfaat bagi orang lain, dan kita wafat untuk dikenang dunia dan akhirat.

Itulah siklus hidup kita, rancangan besar yang diberikan Sang Pencipta jauh sebelum kita lahir di muka bumi. Lantas, apa alasan kita untuk mengganggu siklus itu, meragukan rancangan yang sudah sedemikian luar biasa itu dengan tidak melakukan apa – apa. Lalai dengan diri sendiri dan melakukan hal yang sia – sia. Dunia memang mudah berubah, tantangan juga semakin berat, tapi siklus hidup kita sebagai pemimpin masa depan tidak akan pernah rusak jika tidak diganggu dengan kemalasan kita.

Siap menjaga rancangan Allah untuk hidup kita!?

 

Hidup Anak Muda Muslim Penjaga NKRI!