Jurus Paling Jitu Menciptakan Tokoh Seperti Hidup

Liburan semester kemarin banyak kuhabiskan untuk merancang banyak hal, diantaranya makalah ilmiah, proposal kegiatan, dan pastinya blog juga novel. Tak peduli timeline Instagramku penuh dengan photo – photo liburan para sahabat di pelosok negeri, aku masih saja tenggelam dalam tinta dan imaginasi.

Sudah menjadi kebiasaan di keluargaku setiap liburan tiba, kami sekeluarga akan mengunjungi toko buku demi menambah koleksi buku baru di rak masing – masing. Senang sekali rasanya saat beberapa waktu lalu kutahu Gramedia telah meluncurkan satu lagi Novel karya penulis Amerika idolaku, James Dashner berjudul The Fever Code.

Kalau kalian belum tahu, Novel ini sendiri sebenarnya adalah buku kelima dari serial mega best-seller yang hampir semua telah di filmkan dan telah memuncaki box office Hollywood, yaitu serial The Maze Runner.

Serial Novel ini berkisah tentang petualangan sekelompok anak muda yang menjadi subjek percobaan sebuah Organisasi rahasia pemerintah bernama WICKED, demi mencetak pejuang tangguh yang akan menyelamatkan Bumi dari kemusnahan.

Serial The Maze Runner kuakui selalu sukses membawa pembaca masuk ke dunia masa depan yang mengerikan; kondisi iklim dunia yang kacau balau, hutan- hutan terbakar, gedung – gedung hancur, rumah – rumah rata denga tanah, ditambah lagi virus aneh menjangkit miliaran manusia dan hewan menjadi zombie mengerikan.

Selain alur ceritanya yang kujuluki ‘gila’, ada catatan menarik dari serial ini yang mesti kita pelajari sebagai cara untuk menulis sebuah cerita yang hebat. Apa itu?

Kekuatan sebuah tokoh.

Tokoh adalah unsur yang menghidupkan cerita. Tanpa tokoh, arah cerita bakalan amburadul, karena konflik susah untuk terbangun, jika konflik tidak ada, bagaimana cerita itu bisa seru dan di baca banyak orang, ya gak?

Yang membuat serial The Maze Runner mendunia, adalah kejagoan dari James Dashner menciptakan tokoh – tokoh di dalamnya terasa hidup.

Gimana caranya? Ini dia jurus – jurus jitunya!

  1. Beliau acap kali menggunakan segala indera yang di punya oleh tokoh untuk menggambarkan segala situasi. Baik situasi genting, haru, maupun bahagia.
  2. Menuliskan fikiran si tokoh dalam sebuah narasi, apakah dia senang dengan sebuah situasi, atau malah membencinya dalam hati.
  3. Menjelaskan bagaimana kehidupan pribadi si tokoh, baik itu hubungannya dengan sahabat – sahabatnya, keluarganya, serta kedua orang tuanya.
  4. Terakhir, jurus favoritku yang sering dipakai oleh James Dashner, atau bahkan penulis – penulis nasional seperti Tere Liye, Andrea Hirata, dan Ahmad Fuadi. Adalah melibatkan pembaca dengan pertanyaan yang menarik dan menggelitik, dari sebuah situasi atau kondisi.

Nah, dengan jurus – jurus ini kalian gak usah bingung lagi bagaimana trik menciptakan tokoh yang hidup, atau bahkan menjadi teman yang di cintai oleh pembaca.

“Loh, Zam! Contohnya gimana?”

Cari sendiri, jangan manja! Yang terpenting adalah banyak latihan, kenali berbagai sifat orang lain, serta perbanyak membaca, biar jadi refrensi yang gak biasa. Oke?

Hidup Anak Muda Muslim penjaga NKRI!

Comments are closed.