Kemana Aja, Pak Pemerintah?

Semangat Literasi telah gencar digaungkan di Tanah Air kita yang tercinta ini. Nyata maupun Maya, setiap kalangan saling mengingatkan dan mengedukasi satu sama lain tentang budaya ini, membuka fikiran dan wawasan agar selalu up to date dengan pendidikan terkini di abad ini. Mulai happening pasca dipaparkan secara gamblang oleh Gubernur DKI Jakarta, Pak Anies Baswedan. Istilah ‘Pendidikan Literasi’ beserta keenam komponen  dasarnya kian memperkaya khazanah Intelektual bangsa Indonesia.

Bergerak dibidang Sosial dan Pendidikan menjadikan aku dan keluargaku begitu merasakan nuansa pendidikan berbasis literasi, yang pelan kami terapkan di SAMERA Indonesia, Sekolah kami yang tercinta. Bahkan Mama sudah dari awal terjun mendalami pendidikan literasi dalam keluarga, hingga Bulan Maret lalu sukses meluncurkan Buku kedua berjudul “Gerakan Literasi Keluarga Millenial”, demi mengedukasi tentang cara menerapkan budaya literasi dalam keluarga dan menerangkan filosofi literasi itu sendiri yang terkadang masih ‘kabur’ dalam pandangan khalayak, tentu dengan gaya tulisan yang sederhana dan ‘maknyus’ untuk menjadi bahan obrolan yang asyik di tengah keluarga.

“Kalau kita melakukan hal baik, kita akan di pertemukan dengan orang – orang yang baik.”

Kalimat ini begitu akrab di telingaku, sudah seperti pesan penyemangat Mama, sebelum aku ‘berburu’ ilmu dan berpetualang menginjakkan kaki ke belahan dunia lainnya.

Ya, kalimat itu terbukti manjur di setiap waktu. Sama halnya ketika aku dan mama yang sejak tahun lalu menceburkan diri mendalami dan menerapkan pendidikan literasi di masyarakat Kabupaten Deli Serdang, Alhamdulillah ‘dipertemukan’ dengan Dinas Pendidikan Kabupaten tersebut, dengan mimpi menciptakan kampung kami ini menjadi daerah basisnya ‘Pendidikan Literasi’ di Indonesia.

Bergabung bersama ‘Orang – Orang Pemerintahan’ memang bukan perkara mudah. Bekerjasama menyamakan tujuan, menyelaraskan antara ‘keinginan’ mereka dengan fakta yang ada, serta memperbaiki hal – hal yang berbau teknis, cukup memacuku untuk lebih dewasa lagi dalam berfikir dan berkomunikasi dengan mereka.

Hal menarik yang kuamati belakangan, bahwa ternyata cukup kontras perbedaan cara pandang antara aku dan keluargaku yang memang terjun langsung di lapangan, lantas memahami betul kebutuhan dan gejolak masyarakat. Dengan para pejabat dan ASN (Aparatur Sipil Negara) yang mungkin tidak sempat untuk melakukannya, karena di sibukkan dengan kegiatan administratif di balik pintu kantor mereka.

Saat mereka berencana melakukan Plan A-B-C-D, bisa jadi kita yang paham teknis memberikan pendapat sebaiknya Plan B dan D saja yang dilakukan demi alasan efektivitas pekerjaan, mengurangi budjet, dan sebagianya.

Menurutku itu bagus jika diskusikan bersama, sehingga ada komunikasi dua arah yang menyenangkan antara masyarakat dan pemerintahnya. Namun, apa yang terjadi jika masyarakat itu adalah anak – anak muda? 

Ayo kita Flash Back sedikit, tepat di penghujung Maret kemarin, ketika aku diberi kesempatan untuk ‘mereview’ sekaligus menghadiri undang kegiatan peresmian ‘Taman Literasi Mesra Bertuah Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang’. Sebuah kebahagiaan luar biasa bisa ikut berpartisipasi bersama para penggiat Sosial dan Literasi senior di Deli Serdang, merancang Taman Literasi ini yang bertujuan menjadi wadah dan fasilitas umum untuk membudayakan pendidikan Literasi dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Alhasil dengan kerja keras dan keterbukaan ide tersebut, Kabupaten Deli Serdang sukses menyelenggarakan Acara Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Mengundang ribuan siswa dan guru dari seluruh Kabupaten untuk menampilkan bakat dan karya mereka, serta mendatangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menandatangani prasasti peresmian Taman Literasi tersebut.

Aku yang pada saat Acara diminta untuk mengajarkan #Literasi Digital kepada siswa – siswa SMP di Deli Serdang di Taman Literasi itu, sempat diperkenalkan oleh Sekretaris Dinas Pendidkan Kabupaten Deli Serdang, Ibu Miska kepada salah satu Direktur Dirjen Kemendikbud yang selama ini familiar di telingaku, Bapak Ir.Harris Iskandar, Ph.D. Diluar rencana, aku yang tadinya hanya ingin berphoto dan menghadiahi beliau Novelku, ‘Search: Hidup Ini Adalah Tentang Mencari’, ternyata di beri kesempatan untuk menjelaskan konsep #AnakMudaHEBATIndonesia yang menjadi buku ketigaku yang Insya Allah akan diluncurkan pertengahan tahun ini.

Melihat semua orang – orang Kementerian, plus Bupati Deli Serdang menghadapku dan mendengarkan penjelasaku dengan seksama, adalah pengalaman yang tak terlupakan. Terlebih lagi komentar jempol mereka, dan gerakan tangan mereka yang satu per satu menyalami dan menepuk pundakku bangga.

Wow it’s awesome!

“Apabila pemimpin – pemimpin negara dan para ulama itu baik, maka baiklah alam. Dan apabila pemimpin – pemimpin negara dan para ulama rusak, maka rusaklah alam (masyarakat) dan negara”

-KH. Ahmad Dahlan, Pendiri Muhammadiyah dan Tokoh Pahlawan Nasional

Akupun berfikir bahwa benarlah apa kata founding fathers bangsa kita, bahwa pemerintah dan rakyat seyogyanya adalah satu kesatuan yang melangkah bersama. Kalau pemerintah kita arogan, seenaknya melangkah dan maju sendiri, bukan tak mungkin mereka akan bingung sendiri dengan masalah – masalah yang ada. Lantas tak sengaja menemukan kita, yang tentu sebagai rakyat lebih paham masalah dan cenderung mampu memetakan solusi. Kita bisa aja menggeleng, ketika mereka meminta bantuan, lantas mengatakan “Kemana Aja, Pak Pemerintah?” Tapi, kita harus ingat, kita harus melangkah dan maju bersama.

Isu Bonus Demografi yang akan menjemput era baru Indonesia, seharusnya menciptakan semangat baru bagi pemerintah untuk lebih lagi membuka dirinya kepada masyarakat, terlebih pada generasi muda. Melihat Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang dan Direktur salah satu Dirjen Kemendikbud mengapresiasi apa yang menjadi ide dan karyaku, membuatku menghapus segala pesimisme tentang hubungan antara pemerintah dan Anak Muda yang akan segera menggebrak Indonesia menjadi negara yang maju.

Kedepan rasanya aku ingin bertemu dengan Anggota – Anggota Legislatif yang cerdas membina generasi muda, serta pemimpin – pemimpin daerah yang mau duduk bersama anak muda membahas tentang masalah Negeri ini, lantas membuka ruang seluas – luasnya untuk kita menyampaikan gagasan dan berkarya untuk Tanah Air.

Salam Anak Muda Hebat Indonesia.