Mainanku, Pekerjaanku

Di era sekarang, kemajuan teknologi kian pesat, dan itu benar – benar memengaruhi bagaimana manusia berfikir dan mencari rezeki. Ketika internet meledak pada tahun 2000-an berbondong – bondong orang ingin mencoba dan menikmatinya, tetapi hanya sedikit yang berkata dalam hati, ini akan menjadi ladang rezeki yang luar biasa suatu saat nanti.

10 tahun silam, siapa yang menyangka akan ada para anak muda Indonesia seperti Chandra Liow, Edho Zell, atau Agung Hapsah bisa mendapatkan penghasilan ratusan juta, melebihi karyawan atau bahkan pegawai tinggi Bank sekalipun, hanya dengan membuat video – video kreatif di Youtube.

Siapa yang mengira hari ini begitu banyak pengusaha – pengusaha muda yang omzetnya gila – gilaan, dari bisnis kuliner, properti, hingga saham. Siapa yang bisa meramal sih, saat ini pemuda – pemuda di luar sana yang bakat olahraganya begitu mumpuni, atau kecerdasan istimewanya di bidang fashion atau computer sangat menganggumkan, diundang, dihormati dan diberi fasilitas serta uang oleh instansi Negara bahkan perusahan – perusahaan terkenal.

Kenapa mereka bisa melakukannya? Sementara sebagian anak muda masih sibuk dengan tumpukan PR dan dihantui oleh nilai – nilai ujian, masa depan mereka sudah terjamin.

Tentu saja ada rahasia yang mereka punya, hingga mereka bisa menjadi ahli dan meraup keuntungan yang luar biasa dari tiap kemampuan yang mereka miliki. Apa itu?

Mereka menganggap pekerjaannya (profesinya) adalah mainanannya!

Yap, bukankah suka bermain adalah tabiat anak muda? Mengapa kita tidak membuat hobi sebagai permainan, dan permainan sebagai pekerjaan kita?

Percaya atau tidak. Kedepannya dunia tak membutuhkan orang – orang yang cuma bisa berdiam diri menonton keadaan atau si tukang mengeluh yang tak tahu bakatnya apa, serta tak punya tujuan hidup, membiarkan diri terhapus oleh zaman.
Dunia akan berpihak pada manusia – manusia gigih, yang mengerjakan sesuatu dengan terus – menerus sesuai bidang yang mereka gemari. Hingga orang lain percaya, dia adalah seorang pakar terhadap bidang tersebut.

Bayangkan, jika kita terus melakukan hal yang kita senangi, memainkan ‘mainan’ yang sudah jago dan biasa kita mainkan. Lalu orang – orang membayar untuk hal itu.

This is really awesome and fun! Begitulah kenikmatan luar biasa yang disajikan dunia pada saat ini.

Kita tidak harus bangun pagi dan bermacet ria di jalan hanya untuk pergi ke kantor, karena mungkin kita hanya butuh sepetak kamar untuk bekerja. Kita tidak perlu gelar Sekolah paling tinggi, jika hanya dengan kesungguhan penuh serta mental sekuat baja, kita bisa bangga melahirkan karya – karya hebat dari mainan kita.

Tidak ada yang melarang, ataupun memarahi. Kita boss-nya disini, kitalah yang mengatur bagaimana permainan ini dijalankan. Dan lupakan cibiran dari orang lain, mereka yang menghina tidak akan mengerti apa yang kau lakukan, sampai kau menunjukkan hasilnya pada mereka.

Halangan mungkin akan sering hadir, dan kegagalan kadang datang membawa rasa jengkel dan jenuh. Ketika itu terjadi, kau hanya perlu diam dan tak melakukan apa – apa.

Loh kenapa? Ya, karena mainan kesukaaan selalu membawa potongan rindu dari hatimu, kau tidak akan mampu lama – lama lepas darinya. Sehari, dua hari, boleh terlewati, tapi kau pasti akan memainkannya lagi! Hehehe….

Siap? Buktikan!

Salam dariku untuk Anak Muda Indonesia.