Mau Jadi Bintang? Bersikaplah Layaknya Seorang Bintang!

Sebagai anak muda penikmat media sosial, salah satunya Youtube. Sudah tidak asing lagi bagiku berbagai hal yang belakangan menjadi trending topic di jagat dunia maya. Salah satunya adalah pertarungan para kontestan ‘Indonesian Idol’, yang entah kenapa tahun ini diliputi bayak sensasi dan euforia yang lebih dari tahun – tahun sebelumnya.

Meski TV tidak punya kesempatan hidup di rumahku, aku sendiri suka kurang kerjaan mengikuti terus semua tahap dari ajang pencarian bakat itu dari mulai audisi, eliminasi, sampai sekarang sudah masuk babak showcase. Bahkan sama seperti kalian, aku juga punya jagoan sendiri hehehe…

Bukan sekedar menonton dan mendengar suara – suara indah para kontestan, tapi aku juga belajar dari mereka bagaimana proses yang luar biasa untuk menjadi seorang bintang. Walau itu terdengar ngeles, tapi jujur itulah yang benar – benar ku perhatikan.

Salah satu yang menarik untuk kita obrolin bersama hari ini adalah, sikap seorang bintang.

Topik ini langsung tercetus di benakku, saat aku menonton idolaku yang tengah tampil di babak eliminasi ketiga. Mungkin kalian tahu siapa nama orangnya, karena dari segi suara dan penampilan dia yang menurutku paling top diantara lainnya. Sampai aku yakin, tidak ada yang bisa menghalanginya menjadi seorang bintang sebentar lagi. Tapi aku salah.

Sebelum dia tampil membawakan suaranya yang khas dan memukau, seorang Juri menanyakan kabarnya, dan dia menjawab dengan terbatuk seraya mengatakan bahwa dia sedang sakit bahkan ngomongnya saja susah.

Dan ternyata itu fatal.

Gadis cantik berusia 17 tahun itu habis di kritik oleh Ari Lasso, musisi legendaris Indonesia yang kebetulan menjadi salah satu Juri di ajang pencarian bakat tersebut. Sempat aku tidak suka dengan komentar itu, karena menurutku penampilan idolaku sudah luar biasa dan tidak ada hal yang jelek disana. Sebelum beliau mengatakan sesuatu yang membuatku menutup mulut rapat – rapat, sambil bilang: Iya juga, ya?

“….Berbicara dengan suara serak, serta mengatakan bahwa kita sakit adalah hal yang tidak lucu untuk menjadi seorang bintang. Kalau kau mau menjadi seorang bintang, bersikaplah layaknya seorang bintang!”

***

Dunia ini kadang terlalu kejam untuk orang – orang yang terlalu lembek dengan dirinya sendiri. Aku akhirnya paham ungkapan ini.

Ketika kau menjadi seorang penyanyi, tidak ada yang peduli bahwa kau tengah sakit atau suaramu hilang, yang orang lain ketahui adalah kau akan bernyayi dan membuat mereka terpukau di atas panggung.

Ketika kau menjadi seorang pemain Sepakbola, penonton tidak akan peduli kalau kau sedang letih atau cedera, yang mereka mau saat melihatmu di lapangan adalah kau mencetak gol dan membawa tim menuju kemenangan.

Sikap, adalah pembeda antara bintang dengan pecundang.

Seorang bintang mampu bersikap seperti apa yang menjadi pekerjaannya, dan dia terus menikmati pekerjaannya itu. Sedangkan pecundang, hanya tahu mengeluh dan malas dengan pekerjaanya. Masa depan menuntut komitmen dan karyamu, tidak bisa ditawar sedikitpun!

Maka dari itu, jagalah sikap kita. Jadilah professional dengan pekerjaan kita, walaupun kita belum apa – apa, setidaknya sikap kita sudah menunjukkan bahwa kita adalah orang yang berbeda, seorang bintang yang hebat.

Hidup Anak Muda Muslim Penjaga NKRI!