Pada Akhirnya Aku Memilihmu

Instagram belum lama ini menjadi teman setiaku sepanjang perjalanan berpetualang kembali di Ibukota. Selama lebih dari sebulan, aku berkutat dengan berbagai misi, diantaranya menyempurnakan Project Environmental Education ku, Tuntungan Ground Board Game yang akan di pamerkan pada Forum CEI 2019 di Turkey pertengahan tahun ini. Aku tahu pesan dari Game ini akan memiliki impact yang luar biasa, jika bisa dimainkan di banyak Sekolah, di sinilah ide ku untuk membuka jaringan, menawarkan Program ini ke beberapa Sekolah di sekitar Jabodetabek.

Berbekal materi sharing tentang Literasi dan pengalamanku mengikuti Konferensi Internasional di Amerika dan Austria, Alhamdulillah aku bisa menunjukkan Board Game tersebut, bahkan memainkannya bersama ratusan teman – teman SM (Sekolah Menengah) di sana. Tidak sampai disitu, kampanye Game Edukasi ini juga dilakukan oleh sahabat se teamku dari Sekolah Alam Bengkulu dan Sekolah Alam Baturraden di kota mereka masing – masing.

Sharing and learning itu ternyata menyenangkan. Di satu sisi aku bahagia ceritaku di dengarkan oleh orang lain, di sisi lainnya tanggapan dari mereka menjadi inspirasi serta ilmu baru bagiku.

Saat aku main ke Sekolah Alam Bintaro, Tangerang Selatan. Aku diberi kesempatan sharing tentang Orang Tuaku, dan kedua Project di Amerika dan Eropa, di depan orang tua murid dan siswa SMP di lokasi Sekolah yang ruangan kelas nya dilingkupi kerangka Bambu yang keren abis.

Setelah kegiatan itu, seorang sahabat menghampiriku. Dia kini duduk di kelas 3 SMP, bersama teman sekelasnya akan menghadapi Ujian Nasional minggu depan. Bukannya ngobrol tentang persiapan Ujiannya, ternyata dia tengah bimbang dengan pilihanya sendiri, lantas bertanya padaku tentang satu hal yang menurutku menarik.

“Bang Azzam, aku ini suka banget banyak hal, dari Musik, nge-blog, public speaking, bisnis, bikin film pendek. Cita – citaku pun berubah – ubah, kadang mau jadi Trainer, jadi pebisinis, Youtuber. Gimana sih milih jalan hidup yang bener? Aku kok khawatir ya, punya banyak impian tapi satupun gak ada yang sukses!”

Aku seketika kekeh mendengar dia bertanya, karena jujur itu juga terjadi padaku.

Bertahun – tahun yang lalu, aku terpukau dengan dunia IPA, sampai aku ikutan Olimpiade Sains dan bermimpi ingin menjadi pembuat Robot atau Ilmuwan. Hingga masuk ke Sekolah menengah, aku terperdaya dengan dunia kepenulisan, lantas mencoba terjun ke dunia tersebut, dan yakin banget akan menjadi seorang Sastrawan terkemuka yang karyanya akan di Filmkan serta menjadi best-seller.

Hingga tiba di titik ini, aku sadar di masa muda adalah hal wajar kita merasa menyukai segala hal, tergoda memilih banyak hal sebagai jalan hidup, padahal yang kita lihat hanyalah ‘permukannya’ bukan ‘dasarnya’ yang mungkin tak seindah apa yang kita pahami sebelumnya.

Lalu, apa jawabanku kepada sahabat itu.

Jelas, pada akhirnya pilihan kita haruslah sesuai apa yang dikatakan hati. Apakah kita bahagia dengan aktivitas itu, apakah kita rela menghabiskan waktu kita bersamanya, menikmati segala prosesnya, siap mental untuk kalah dan kecewa.

Jika iya. Indikator kedua adalah hasilnya, yap sebuah karya!

Nilai sendiri apakah karya yang kita hasilkan dari aktivitas yang kita tekuni, itu keren dan ada kepuasan sendiri ketika orang lain menikmatinya. Sama ketika aku menentukan menulis dan public speaking menjadi skill utama yang harus terus aku asah, karena aku senang melakukannya, dan orang lain juga merasakan hal yang sama saat membaca tulisanku, atau mendengarkanku menyampaikan suatu materi.

Tapi apakah itu menjadi impianku? Menjadi seorang Penulis atau Public Speaker? Tidak. Aku telah menemukan passion di bidang Sosial dan Edukasi, skill tersebut kuposisikan sebagai ‘modal’ agar aku bisa menghasilkan sebuah karya di bidang tersebut. Yap, contohnya program dan Project Ilmiahku yang sukses membawaku keliling dunia.

Karena di masa kini, dunia tidak akan menanyakan berapa nilaimu di Kelas, atau apa cita – citamu. Tapi dunia akan bertanya apa skill yang kau punya, dan dengan skill itu apa yang sudah dan akan kamu buat.

Ayo kita mengasah diri, membuka pilihan sebanyak – banyaknya, lantas buktikan mana pilihan yang terbaik dengan hati dan karya!

Salam Anak Muda HEBAT Indonesia!