Meninjau Isu Transgender: Dari Psikologi Barat ke Perspektif Gender Islami

Oleh: Azzam Habibullah (Mahasiswa At-Taqwa College Depok) — Jagad maya pada 7 Juni 2020 dihebohkan dengan tweet seorang penulis terkenal, J.K Rowling yang dianggap merendahkan kaum transgender. Dilansir oleh asumsi.co, semua bermula ketika Rowling mengomentari suatu artikel yang berbicara tentang dampak pandemic terhadap orang yang menstruasi. Dalam komentar itu, ia menyindir penggunaan istilah “orang yang menstruasi” yang dinilainya tidak pantas ditulis, karena itu menyangkut hal-hal biologis dari gender tertentu. Komentar ini ternyata memicu kembali perdebatan lama: Apakah transpuan yang notabene tidak memiliki aktivitas biologis khas perempuan dapat dianggap sebagai perempuan? Perdebatan ini cukup sengit di ranah studi gender. Bahkan di kalangan pendukung feminis-liberal, terjadi perbedaan argumentasi tentang pernyataan ini. Read More