Konsekuensi Perjuangan, Mampukah Kita Bertahan!?

Demo Mahasiswa 24 September

Fajar belum lama menyelimuti langit nusantara, namun sejuknya embun dan udara tak terasa indah kala itu, mati oleh suasana kelam. Menyusul agresi militer Belanda ke Indonesia yang dengan licik mengkhianati Persetujuan Renville yang telah ditanda tangani kedua Negara beberapa bulan yang lalu, tanggal 18 Desember 1948 rakyat Ibu Pertiwi kembali dipaksa melawan, mempertahankan kemerdakaan bagaimanapun caranya. Read More

Indonesiaku Yang Lebay

Bertemu serta bergabung bersama anak – anak muda dari seluruh dunia, di Konfrensi CEI 2017 USA yang kuikuti awal bulan lalu. Benar – benar telah banyak membuka lebar fikiran serta inspirasiku. Gagasan demi gagasan brilian yang mereka presentasikan, sifat kedisiplinan, ketekunan, dan kegigihan yang mereka punya. Menjadi cermin diri bagiku, bahwa aku masih harus banyak belajar.

Sering mengobrol dengan teman – teman dari negara lain, mendengar cerita – cerita menarik dari negara mereka. Semakin menggelitik hatiku untuk kembali menilik kondisi Indonesia sebagai salah satu negara terbesar di dunia.
Aku punya cerita lucu. Di sela – sela padatnya jadwal Konfrensi, saat istirahat makan siang, aku bersama teman – teman dari Turki asyik mengobrol dibawah rindangan pohon.

Nah, yang namanya anak muda, kami tentu tak melulu membicarakan soal Konfrensi dan project. Dari tempat – tempat gaul, makanan khas, fashion serta mainan yang lagi trend dari negara masing – masing tak luput kami jadikan topik pembicaraan. Ngalor – ngidul, tak behenti hingga penghujung waktu istirahat.

Seketika ditengah obrolan, sesuatu tersirat di benakku, sebuah pertanyaan yang mungkin hendak ditanyakan seluruh masyarakat di Bumi Pertiwi. Read More