Ternyata Keberhasilan Mencintai Hal Yang Irasional

Beberapa waktu lalu aku menjadi tamu istimewa di SMA Negeri 1 Tigandreket, Kabupaten Karo. Terletak tepat dikaki Gunung Sinabung yang setengah tubuhnya dilahap Awan, membuat aktivitas Gunung tersebut telah menjadi tontonan lazim bagi siapapun yang mendiami Desa terpencil itu hampir 5 tahun lamanya.

Untuk menjangkau Sekolah itu, aku harus menempuh perjalanan sekitar 2 jam dari perbatasan Kota Medan. Melibas jalan berbatu dan berlubang, yang berkelok – kelok memutari bukit demi bukit.

Mirisnya sejak Sinabung terus memuntahkan kepulan asap vulkanik dan banjir lahar yang mematikan, siswa – siswi di SMA Negeri tersebut berkurang secara drastis. Para orang tua lebih memilih ‘menarik’ anaknya dari Sekolah dan bekerja mengurus ladang, tentu dengan berbagai alasan yang takkan mungkin dibantah.

Makin kesini, semangat mengajar dan belajar pun mulai meredup disana, ilmu pengetahuan kian buram dari pandangan, sedangkan rasa untuk tetap bertahan dalam jalan mimpi mulai terombang – ambing oleh keraguan.

Alhamdulillah, aku hadir untuk sedikit memberikan suntikan motivasi untuk mereka, siswa – siswi SMA Negeri Tigandreket.

Dengan menyuarakan kalimat sugesti,“Jadilah anak muda pengguncang Dunia!”. Aku berusaha menebarkan inspirasi dan semangat yang membara, bahwa setiap anak muda pasti punya kesempatan untuk meraih keberhasilan, dengan langkah – langkah sederhana serta diiringi oleh keteguhan hati, kita bisa.

Karena tidak peduli dimanapun kita tinggal, mau dilereng Gunung, di dalam goa, di desa terpencil, atau di tengah hutan sekalipun, fikiran dan mimpi kita haruslah mendunia!

Di kegiatan seminar motivasi tersebut, aku juga berbagi pengalaman hebatku yang menjadi Delegasi Indonesia dan berangkat ke Amerika, memaparkan sedikit trikku menulis hingga dapat menciptakan 2 karya Novel.

Aku menegaskan, bahwa ternyata keberhasilan mencintai hal yang tidak rasional.

Bayangkan anak muda sepertiku yang tinggal di Desa Tuntungan 1, yang banyak diantara warganya yang masih belum terpengaruh teknologi dan perkembangan dunia. Bisa terbang melintasi separuh Bumi, membawa nama Indonesia ke Negeri adidaya seperti Amerika. Kalau difikir – fikir, itu mustahil. Tapi kenyataannya, itu terjadi.

Dengan kata lain, berfikir terlalu rasional sama saja membangkitkan jiwa pesimis.

Ketika internet telah menguasai dunia, tidak ada yang tidak mungkin dilakukan. Anak muda yang tinggal di kota, memiliki kesempatan sukses yang sama dengan anak muda yang tinggal di Desa. Yang membedakan mereka hanyalah mental, mau bekerja keras dan tekun, atau mau terlena dengan kemajuan zaman.

Jangan pernah merendahkan diri dengan impian, mengatakan segala hal yang belum terjadi, mengecewakan siapapun yang berjuang membuatmu berarti.

Lihatlah orang – orang diluar sana yang sebentar lagi akan meluluhlantakkan Ibu pertiwi dengan berbagai cara, hanya karya dan mimpi yang kini kita punya, dua senjata agar kita takkan pernah menjadi sampah di Negeri kita sendiri.

Salam dariku untuk Anak Muda Indonesia