Mari Bangun Budaya Baca bersama Let’s Read!

Tokoh pengusaha dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Bapak Dr. Sandiaga Uno dalam satu wawancara pernah bercerita bagaimana kegemarannya dalam membaca. Ia selalu memulai hari dengan membaca 4-5 koran setiap pagi, ditambah dengan puluhan media online. Setiap malam, ia mengalokasikan waktu satu jam untuk membaca buku-buku inspirasi dan motivasi. Tak heran, puluhan bahkan ratusan judul buku ia khantamkan dalam setahun. 

Teman-teman di kantornya sering menyebutnya sebagai “tong sampah informasi”. Bagaimana tidak? Segala informasi ia serap setiap harinya dari mana saja. Bahkan konon, kedua mata Pak Sandi – panggilan akrab beliau – pernah mencapai minus 11 sanking rajinnya ia melahap bahan bacaan. Aktivitas membaca – atau mendapatkan informasi melalui bahan bacaan, dinilai oleh beliau sebagai kunci memenangkan persaingan di era globalisasi. 

“Informasi itu kunci kesuksesan dan kemenangan kita dalam pertarungan di era globalisasi ini. Dapatkan informasi sebanyak mungkin, dengan itu saya yakin kita mampu berada paling tidak 20-30% di depan pesaing-pesaing kita,” ujar co-Founder PT Saratoga Advisor ini. 

Tokoh terkaya ke-40 di Indonesia versi Forbes ini juga mengatakan, umumnya para pengusaha memiliki hobi membaca. Di zaman kemajuan teknologi seperti ini, tentu aktivitas membaca tidak hanya berkutat pada teks fisik melainkan juga non-fisik melalui media gawai seperti e-book, e-journal, artikel online, dan sebagainya. Hal ini mereka lakukan untuk memperkaya diri dengan informasi.

“Menurut studi, pengusaha sukses memiliki hobi yang sama, yaitu hobi membaca. Dan sekarang ini kan baca tidak hanya membaca buku, tapi juga bisa membaca di internet dan online. Karena informasi itu semakin banyak, maka perkaya diri kita dengan informasi yang sebanyak-banyaknya,” pungkas mantan wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut. 

Hal itu adalah fakta. Tokoh literasi dunia, Christine Seifert dalam artikelnya di Harvard Business Review mengungkap bahwa membaca dapat meningkatkan kecerdasan emosional atau Emotional Quotients (EQ). Membaca dapat mengasah dan memperkuat beberapa otot kognitif. Sehingga dalam konteks dunia kerja, aktivitas membaca – jika dilakukan dengan benar—  dapat mengembangkan kualitas, sifat, dan karakteristik sumber daya manusia yang dapat menunjang organisasi atau perusahaan.

“When we read, we hone and strengthen several different cognitive muscles, so to speak, that are the root of the EQ. In other words, the act of reading is the very activity—if done right—that can develop the qualities, traits, and characteristics of those employees that organizations hope to attract and retain,” terang Seifert.

Dalam artikel yang sama, Professor bidang Liberal Arts di Westminster College ini juga menerangkan adanya keterikatan yang kuat antara seorang pengusaha dengan aktivitas membaca. Dia kemudian mencontohkan bagaimana kebiasaan para tokoh dunia dalam membaca. 

“High-level business leaders have long touted the virtues of reading. Warren Buffet, CEO of Berkshire Hathaway, spends most of his day reading and recommends reading 500 pages a day. Entrepreneur Mark Cuban says he reads more than three hours a day. Elon Musk, CEO of SpaceX, says he learned to build rockets by reading books.” Tulisnya. 

Nah, kini kita mengetahui seberapa pentingnya membaca dalam karir. Lantas bagaimana kita mulai menanamkan kegemaran itu pada generasi kedepan? Jawabannya tentu adalah mulai membaca hal kecil sedari kecil. Sandiaga Uno dalam wawancara yang sama mengaku tidak serta merta keranjingan membaca, tapi sedari kecil ia memang diarahkan oleh orang tuanya untuk tidak sekedar bisa membaca, tetapi senang membaca. 

“Jadi saya diarahkan untuk gemar membaca itu dari kecil. Dan buku-buku yang saya baca itu mulai dari buku-buku cerita sampai buku-buku teks yang berat. Semua saya kumpulkan saya sampai sekarang,” ujarnya.

Saat ini aktivitas membaca sudah dimudahkan dengan kehadiran gawai. Beragam bahan bacaan dapat kita dapatkan hanya dengan menggerakkan jari. Salah satu online library penyedia bahan bacaan menarik untuk anak-anak adalah Let’s Read.

Sebagaimana kata pepatah, “Buku adalah jendela dunia”, Let’s Read juga menyadari bahwa anak-anak kini membutuhkan buku yang dapat menemani mereka menjelajahi dunia. Kegemaran membaca dan menggali informasi adalah kunci bagi mereka meraih kesuksesan di era percepatan teknologi semacam ini. 

Demi mencapai tujuan itu, Let’s Read menjalin ikatan dengan komunitas-komunitas literasi lokal di seluruh dunia – termasuk di Indonesia – untuk membangun perpustakaan digital. Bersama para penulis, illustrator, penerjemah, dan para relawan literasi di seluruh dinia, Let’s Read berupaya menyediakan ratusan buku-buku cerita menarik yang relevan dengan lingkungan dan bahasa lokal; serta dapat diakses secara aman dan mudas oleh semua anak. Buku-buku yang disediakan juga mencakup topik-topik sederhana namun penting dipelajari anak di masa perkembangan, seperti pentingnya menjaga lingkungan, berempati pada alam dan sosial, kesadaran akan perubahan iklim, keberagaman, serta informasi mengenai Ilmu Pengetahuan Alam. 

Kehadiran Let’s Read juga dimaksudkan membantu setiap orang tua dan guru untuk aktif berperan membiasakan aktivitas membaca kepada anak, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Hal ini tentu diharapkan mampu meningkatkan daya literasi terutama di Indonesia, yang diketahui memiliki PR besar di bidang literasi.

Yuk kunjungi https://www.letsreadasia.org atau unduh aplikasi Let’s Read di Google Play Store dan App Store, masukkan kode project 9196-3859. Mari bangun budaya membaca bersama Let’s Read!