Religiusitas Masyarakat, Apa Perlu?

Oleh: Azzam Habibullah (Mahasiswa At-Taqwa College Depok) — Ketika Ridwan Kamil masih menjabat sebagai Walikota Bandung, beliau pernah mengagas satu program yang menarik banyak kalangan, yakni “Maghrib mengaji”. Program ini tentu sangat penting. Di mana dengan adanya religion quality time di tengah masyarakat, pembangunan dearah bukan sekedar berorientasi pada fisik, melainkan mencakup kebutuhan jiwa setiap warga. Namun, program yang positif ini kemudian menjadi sasaran kririk dari sejumlah golongan, terutama yang berafiliasi dalam kelompok Islam Liberal. Read More

Kebebasan Mana Yang Mau Diperjuangkan? (Catatan di Balik Karantina)

Patut “Liberty” yang diangkat sebagai simbol “Kebebasan” di negeri Paman Sam

Oleh: Azzam Habibullah (Mahasiswa At-Taqwa College Depok) — DI AWAL Maret lalu, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan berita tentang dua orang WNI yang positif terinfeksi virus Covid-19 (Corona). Merespon situasi ini, Pemerintah segera mengumumkan keadaan darurat, lantas menghimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar, dan tetap berada di rumah masing-masing. Sudah kurang lebih sebulan masyakat Indonesia menjalani perintah ini. Walaupun pada awalnya situasi ini seakan menjadi ‘liburan’ yang menyenangkan, terutama bagi anak muda. Namun semakin ke sini, di samping rentetan tugas dan kewajiban yang mesti dilakukan, sebagian orang sadar ternyata ‘liburan tak terduga’ ini tetap tidak sebebas yang mereka bayangkan. Karena arti ‘bebas’ kini juga sering disalahartikan dan cenderung membingungkan. Read More