Kebebasan Mana Yang Mau Diperjuangkan? (Catatan di Balik Karantina)

Patut “Liberty” yang diangkat sebagai simbol “Kebebasan” di negeri Paman Sam

Oleh: Azzam Habibullah (Mahasiswa At-Taqwa College Depok) — DI AWAL Maret lalu, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan berita tentang dua orang WNI yang positif terinfeksi virus Covid-19 (Corona). Merespon situasi ini, Pemerintah segera mengumumkan keadaan darurat, lantas menghimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar, dan tetap berada di rumah masing-masing. Sudah kurang lebih sebulan masyakat Indonesia menjalani perintah ini. Walaupun pada awalnya situasi ini seakan menjadi ‘liburan’ yang menyenangkan, terutama bagi anak muda. Namun semakin ke sini, di samping rentetan tugas dan kewajiban yang mesti dilakukan, sebagian orang sadar ternyata ‘liburan tak terduga’ ini tetap tidak sebebas yang mereka bayangkan. Karena arti ‘bebas’ kini juga sering disalahartikan dan cenderung membingungkan. Read More

Sok Bebas, Tahunya Terkurung!

Sejak perjalanan Medan-Tebing Tinggi sudah bisa dilewati menggunakan tol, Top Up e-tol adalah agenda wajib jika kami sekeluarga akan berangkat ke kampung halaman. Membawa 7 anggota keluarga dengan berbagai kebiasaan dan tingkah laku masing – masing, ditambah berbagai barang bawaan yang seakan hendak berangkat perang, penting memastikan kegiatan ‘mampir’ di suatu tempat haruslah merangkap semua kewajiban.   Read More